disetiap mendung dan pekatnya awan, akan selalu ada garis perak yang terang.
apa kau ingat?
kaulah yang pernah menuliskannya lewat pesan.
meski tak pernah ku saksikan langsung,
tapi aku percaya, karena engau berkata pernah melihatnya.
kau tahu, aku tak pernah memutuskan untuk percaya pada seseorang.
bahkan terkadang pada diriku sendiri.
kau benar, aku terlalu takut.
aku takut untuk berharap, karena ribuan harapku selalu saja terbang bebas melayang,
tanpa dapat ku gapai lagi.
bahkan ketika kau berjanji untuk percaya padaku,
tak dapat kupungkiri,
ada sedikit takut dan mungkin ragu yang kadang mengusik.
bagaimana kau dapat percaya padaku?
aku bahkan selalu mencoba percaya padamu,
karena aku ingin betul-betul percaya men.
walau harus kubujuk hatiku untuk tidak cemburu,
walau kadang kupaksa untuk bersikap biasa saja,
I'm always trying to believe in you.
but now,
I can't deny that I've believed in you.
but just please,
don't ever show me those eyes men. Please.
'cause I know that you are strong enough.
you just like a silver line for me.
that always be there and said, I believe in you men.
you gotta now men, I'm always feel the same.
I was just too afraid, that something bad will happen to you.
I never now that this feeling can be so hurt.
I though I could handle it well, but I was wrong.
I was slashing my heart too deep when I say, leave me alone.
I still can feel it.
I'm sorry 'cause I know that it would hurt you also.
I'm really sorry.
thank a million time men,
thanks for always stuck in your decision.
thanks for being my silver line.
you have to be stronger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar